MuatMuat Blog

Last Mile Delivery: 5 Contoh Penerapan Last Mile Delivery di Berbagai Sektor!

Facebook
Twitter
WhatsApp
Last Mile Delivery

muatmuatLast mile delivery, atau pengiriman mil terakhir, seringkali disalahartikan sebagai tahap akhir dalam proses pengiriman barang. Padahal, lebih dari itu, last mile delivery merupakan bagian krusial dalam rantai pasokan yang menentukan kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis.

Bagi banyak bisnis, last mile delivery, atau pengiriman mil terakhir, merupakan tahap krusial dalam rantai pasokan yang menentukan apakah pelanggan akan puas atau kecewa dengan produk dan layanan mereka.

Bayangkan Anda telah memesan barang secara online dan dengan senang hati menantikan kedatangannya. Namun, barang tersebut terlambat datang, bahkan dalam kondisi rusak. Pengalaman ini tentu akan membuat Anda kecewa dan ragu untuk berbelanja di toko online tersebut lagi.

Di sinilah peran penting last mile delivery. Tahap ini memastikan bahwa barang yang telah menempuh perjalanan panjang dari gudang atau pusat distribusi akhirnya sampai ke tangan pelanggan akhir dengan tepat waktu, dalam kondisi baik, dan sesuai dengan ekspektasi.

Apa itu Last Mile Delivery?

Apa itu Last Mile Delivery?

Last mile delivery, atau pengiriman mil terakhir, sering disalahartikan sebagai tahap akhir dalam proses pengiriman barang. Padahal, lebih dari itu, last mile delivery merupakan bagian krusial dalam rantai pasokan yang menentukan kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis.

Bayangkan Anda telah berbelanja online dan dengan senang hati menunggu barang pesanan Anda tiba. Namun, barang tersebut terlambat datang, bahkan dalam kondisi rusak. Pengalaman ini tentu akan membuat Anda kecewa dan ragu untuk berbelanja di toko online tersebut lagi.

Di sinilah peran penting last mile delivery. Tahap ini memastikan bahwa barang yang telah menempuh perjalanan panjang dari gudang atau pusat distribusi akhirnya sampai ke tangan pelanggan akhir dengan tepat waktu, dalam kondisi baik, dan sesuai dengan ekspektasi.

Lebih Detail Tentang Last Mile Delivery:

  • Proses Pengiriman: Last mile delivery melibatkan berbagai aktivitas, seperti:
    • Pengambilan barang: Barang diambil dari gudang atau pusat distribusi.
    • Sortir dan pengemasan: Barang disortir dan dikemas sesuai dengan alamat tujuan.
    • Pengiriman: Barang diantarkan ke alamat pelanggan menggunakan berbagai moda transportasi, seperti truk, motor, atau mobil.
    • Pemberitahuan: Pelanggan diberitahu tentang status pengiriman barang mereka.
    • Pengembalian: Barang yang rusak atau salah dapat dikembalikan.
  • Pelaku Last Mile Delivery: Ada berbagai pihak yang terlibat dalam last mile delivery, seperti:
    • Perusahaan logistik: Perusahaan logistik bertanggung jawab atas keseluruhan proses pengiriman, dari pengambilan barang hingga pengembalian.
    • Kurir: Kurir adalah orang yang mengantarkan barang ke alamat pelanggan.
    • Platform e-commerce: Platform e-commerce sering kali bekerja sama dengan perusahaan logistik untuk mengantarkan barang kepada pelanggan mereka.
    • Teknologi: Teknologi, seperti GPS dan aplikasi pelacakan, digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi last mile delivery.

Mengapa Last Mile Delivery Penting?

Last mile delivery penting karena beberapa alasan:

  • Kepuasan pelanggan: Pengiriman yang tepat waktu dan dalam kondisi baik sangat penting untuk kepuasan pelanggan.
  • Reputasi bisnis: Pengalaman last mile delivery yang buruk dapat merusak reputasi bisnis.
  • Biaya: Last mile delivery bisa menjadi bagian yang paling mahal dari rantai pasokan. Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan prosesnya untuk mengurangi biaya.
  • Keberlanjutan: Last mile delivery dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

Tantangan dalam Last Mile Delivery

Tantangan dalam Last Mile Delivery

Last mile delivery, bagaikan rintangan terakhir dalam perlombaan estafet. Di tahap ini, barang yang telah menempuh perjalanan panjang dari hulu rantai pasokan, dihadapkan pada berbagai rintangan yang dapat menghambat kelancaran dan ketepatan waktu pengantaran.

Memahami tantangan-tantangan ini ibarat memahami medan pertempuran, sehingga strategi yang tepat dapat dirumuskan untuk mengatasinya. Berikut beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam last mile delivery:

1. Kompleksitas Rute dan Jadwal:

  • Kemacetan dan kepadatan lalu lintas: Di perkotaan, kemacetan menjadi momok utama yang menghambat laju pengiriman. Hal ini berakibat pada keterlambatan dan frustrasi pelanggan.
  • Jalanan yang tidak memadai: Infrastruktur jalan yang rusak, berlubang, atau sempit, terutama di daerah pedesaan, dapat mempersulit akses dan memperpanjang waktu tempuh.
  • Keterbatasan waktu: Menyusun rute yang efisien dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti lokasi pengirim, penerima, dan jam operasional menjadi hal yang rumit.
  • Ketidakpastian alamat: Alamat yang tidak lengkap atau tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan pengiriman dan membuang waktu.

2. Optimalisasi Armada dan Tenaga Kerja:

  • Biaya armada: Biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, dan gaji pengemudi menjadi komponen penting dalam last mile delivery. Optimalisasi penggunaan armada sangatlah krusial untuk menekan biaya.
  • Kekurangan pengemudi: Ketersediaan pengemudi yang handal dan berpengalaman seringkali menjadi kendala, terutama di musim-musim sibuk.
  • Penjadwalan yang rumit: Mencocokkan jadwal pengemudi dengan banyaknya pesanan dan rute yang kompleks membutuhkan sistem penjadwalan yang efektif.
  • Produktivitas pengemudi: Faktor-faktor seperti kelelahan, kondisi cuaca, dan istirahat pengemudi dapat memengaruhi produktivitas dan ketepatan waktu pengantaran.

3. Kepuasan Pelanggan yang Dinamis:

  • Ekspektasi yang tinggi: Pelanggan di era digital menuntut kecepatan, fleksibilitas, dan transparansi dalam proses pengiriman. Mereka ingin mengetahui status pengiriman secara real-time dan memiliki pilihan waktu dan lokasi pengantaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
  • Komunikasi yang efektif: Pelanggan perlu diinformasikan secara jelas tentang status pengiriman, perkiraan waktu tiba, dan informasi kontak pengemudi. Komunikasi yang proaktif dan responsif dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • Penanganan pengembalian dan keluhan: Barang yang rusak, salah, atau terlambat dapat menimbulkan keluhan dan permintaan pengembalian. Sistem yang efisien untuk menangani keluhan dan pengembalian sangatlah penting untuk menjaga reputasi bisnis.

4. Dampak Lingkungan:

  • Polusi udara dan emisi gas rumah kaca: Penggunaan kendaraan bermotor dalam last mile delivery berkontribusi terhadap polusi udara dan emisi gas rumah kaca.
  • Kemacetan lalu lintas: Peningkatan volume kendaraan pengangkut barang dapat memperparah kemacetan di jalan raya.
  • Pengelolaan sampah: Sampah pembungkus dan material dari proses pengiriman perlu di kelola dengan baik untuk meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.

Solusi Inovatif untuk Last Mile Delivery

Solusi Inovatif untuk Last Mile Delivery

Dunia terus berkembang, begitu pula dengan industri logistik. Tantangan dalam last mile delivery mendorong munculnya berbagai solusi inovatif yang di rancang untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kepuasan pelanggan. Berikut beberapa solusi yang dapat di pertimbangkan:

1. Optimasi Rute dan Penjadwalan:

  • Sistem AI dan Big Data: Algoritma canggih dapat menganalisis data historis lalu lintas, pola pengiriman, dan preferensi pelanggan untuk mengoptimalkan rute dan penjadwalan secara real-time. Hal ini dapat membantu meminimalkan waktu tempuh, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan efisiensi penggunaan armada.
  • Teknologi Rfid dan GPS: Pemasangan RFID tag pada barang dan pelacakan GPS pada kendaraan memungkinkan pemantauan real-time terhadap lokasi dan status pengiriman. Informasi ini dapat di gunakan untuk mengoptimalkan rute dan memberikan update kepada pelanggan.
  • Aplikasi Pengiriman: Aplikasi mobile dapat membantu pengemudi dalam menavigasi rute, mengoptimalkan urutan pengiriman, dan berkomunikasi dengan pelanggan.

2. Diversifikasi Moda Transportasi:

  • Pengiriman Same-day & On-demand: Layanan pengiriman same-day dan on-demand menggunakan platform online dan aplikasi mobile untuk menghubungkan pelanggan dengan pengemudi secara instan. Hal ini memungkinkan pengiriman yang cepat dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang mendesak.
  • Pengiriman Mikro: Kendaraan kecil seperti motor dan sepeda dapat di gunakan untuk mengantarkan barang di area perkotaan yang padat dan sulit di akses oleh kendaraan besar. Hal ini dapat membantu mengurangi kemacetan dan emisi gas buang.
  • Pengiriman Drone: Drone dapat di gunakan untuk mengantarkan barang ke daerah terpencil atau sulit di jangkau dengan kendaraan darat. Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, namun memiliki potensi untuk merevolusi last mile delivery di masa depan.

3. Loker dan Titik Penjemputan:

  • Smart Locker: Loker pintar yang aman dan mudah di akses memungkinkan pelanggan untuk mengambil barang mereka kapan saja di lokasi yang nyaman. Hal ini dapat mengurangi kegagalan pengantaran dan memberikan fleksibilitas kepada pelanggan.
  • Titik Penjemputan: Toko-toko lokal atau titik penjemputan yang mudah di akses dapat di jadikan tempat pengambilan barang bagi pelanggan. Hal ini dapat menghemat waktu dan biaya pengiriman bagi bisnis.

4. Otomasi dan Robotika:

  • Robot Pengiriman: Robot otonom dapat di gunakan untuk mengantarkan barang di area tertentu, seperti gudang atau kampus universitas. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manusia.
  • Sortasi Barang Otomatis: Sistem otomasi dapat membantu memilah dan mengurutkan barang dengan cepat dan akurat, sehingga mempercepat proses pengiriman.

5. Solusi Ramah Lingkungan:

  • Kendaraan Listrik: Penggunaan kendaraan listrik untuk last mile delivery dapat membantu mengurangi polusi udara dan emisi gas rumah kaca.
  • Kemasan Ramah Lingkungan: Penggunaan material kemasan yang ramah lingkungan dan mudah di daur ulang dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Contoh Penerapan Last Mile Delivery

Contoh Penerapan Last Mile Delivery

Dunia bisnis terus bergerak maju, dan industri logistik pun tak mau ketinggalan. Berbagai solusi inovatif dalam last mile delivery telah di terapkan di berbagai sektor, membawa perubahan positif dan membuka peluang baru. Berikut beberapa contoh penerapannya:

1. E-commerce:

  • Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada telah bermitra dengan perusahaan logistik dan memanfaatkan berbagai solusi inovatif untuk mengantarkan barang kepada pelanggan mereka dengan cepat dan efisien.
    • Pengiriman Same-day: Layanan same-day memungkinkan pelanggan untuk menerima barang di hari yang sama mereka memesannya. Tokopedia NEXT, Shopee Express Instan, dan Lazada Rocket Delivery adalah beberapa contohnya.
    • Pengiriman On-demand: Platform seperti GrabExpress dan GoSend memungkinkan pelanggan untuk memesan barang dan meminta pengantaran secara instan.
    • Penggunaan Loker: Loker pintar seperti Obox dan Boxme di tempatkan di berbagai lokasi strategis untuk memudahkan pelanggan mengambil barang mereka.
  • Marketplace khusus bahan makanan seperti Sayurbox dan HappyFresh bekerja sama dengan armada motor dan mobil untuk mengantarkan bahan makanan segar kepada pelanggan dalam waktu singkat.

2. Layanan Pesan-antar Makanan:

  • GoFood dan GrabFood menggunakan armada pengendara motor untuk mengantarkan makanan dari restoran ke pelanggan dengan cepat dan mudah.
    • Pengiriman Same-day: Pengiriman same-day memungkinkan pelanggan untuk memesan makanan dan menerimanya di hari yang sama.
    • Pelacakan Pesanan Real-time: Pelanggan dapat melacak status pesanan mereka secara real-time melalui aplikasi GoFood dan GrabFood.
  • Layanan pesan-antar makanan seperti ShopeeFood dan Traveloka Eats juga telah hadir dengan berbagai fitur inovatif untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

3. Layanan Logistik:

  • J&T Express, Sicepat, dan Anteraja menggunakan teknologi dan sistem yang canggih untuk mengoptimalkan rute dan penjadwalan pengiriman, sehingga barang dapat di antarkan dengan cepat dan tepat waktu.
    • Aplikasi Pengiriman: Pengemudi di lengkapi dengan aplikasi mobile untuk membantu mereka menavigasi rute, mengoptimalkan urutan pengiriman, dan berkomunikasi dengan pelanggan.
    • Pelacakan Paket: Pelanggan dapat melacak status paket mereka secara real-time melalui website atau aplikasi.
  • Layanan logistik seperti Ninja Xpress dan Lalamove menawarkan layanan pengiriman barang yang fleksibel dan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

4. Pengiriman Barang Segar dan Cepat Rusak:

  • Layanan logistik khusus seperti Paxel dan Nanonex menggunakan armada berpendingin untuk mengantarkan barang segar dan cepat rusak, seperti makanan, obat-obatan, dan bahan kimia.
    • Pengiriman Same-day: Pengiriman same-day memungkinkan pelanggan untuk menerima barang segar dalam waktu singkat.
    • Pemantauan Suhu: Suhu di dalam armada berpendingin dipantau secara real-time untuk memastikan barang tetap dalam kondisi yang optimal.

5. Pengiriman di Daerah Terpencil:

  • Start-up seperti JipDeliver dan Drone Delivery menggunakan drone untuk mengantarkan barang ke daerah terpencil yang sulit di jangkau dengan kendaraan darat.
    • Pengiriman Cepat dan Efisien: Drone dapat mengantarkan barang dengan cepat dan efisien, bahkan ke daerah yang tidak memiliki infrastruktur jalan yang memadai.
    • Memperluas Jangkauan Pengiriman: Drone memungkinkan bisnis untuk menjangkau pelanggan di daerah terpencil yang sebelumnya tidak dapat di layani.

Kesimpulan

Last mile delivery telah menjadi bagian integral dalam rantai pasokan modern, memainkan peran krusial dalam mengantarkan barang kepada pelanggan akhir. Tantangan dan solusi yang telah di bahas dalam blog ini memberikan gambaran tentang kompleksitas dan dinamika last mile delivery.

Memahami tantangan dan solusi inovatif dapat membantu bisnis untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kepuasan pelanggan dalam proses last mile delivery. Dengan demikian, bisnis dapat mencapai keunggulan kompetitif di era digital ini.

Namun, perlu di ingat bahwa last mile delivery juga memiliki dampak terhadap lingkungan, seperti polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan solusi yang lebih berkelanjutan, seperti penggunaan kendaraan listrik dan kemasan ramah lingkungan.

muatmuat

Bergabunglah dengan muatmuat untuk mendapatkan lebih banyak peluang muatan truk yang datang dari mana saja, maka dari itu harus di manfaatkan dengan baik. Apakah Anda memiliki truk tetapi tidak tahu cara mencari muatan? Anda dapat menggunakan fitur kami di antaranya lelang / tender muatan dan instatnt order dalam mencari muatan. Di muatmuat kamu bisa menambah peluang muatanmu menjadi lebih besar.

Pertama, lihat jenis truk yang Anda miliki dan cari tahu berapa daya angkutnya. Jangan khawatir dengan harga yang di sebutkan karena nantinya Anda bisa bernegosiasi langsung dengan pihak Shipper secara transparan. Jadi, kepuasan bisa di rasakan bersama oleh seluruh pihak.

Informasi muatan yang di hadirkan muatmuat juga bervariatif, karena setiap harinya banyak permintaan yang masuk di aplikasi muatmuat.

Lalu bagi Anda yang sebaliknya mempunyai kebutuhan dalam pengiriman atau memiliki muatan, baik untuk keperluan bisnis atau pengiriman lainnya, segera gabung dan akses kemudahan ekosistem logistik digital kami baik melalui website maupun aplikasi android untuk mendapatkan support pengiriman sesuai kebutuhan Anda!

Konsultasikan kebutuhan muatan kamu bersama kami sekarang!

Download aplikasi muatmuat di sini

Visited 17 times, 1 visit(s) today

Baca Juga

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top

Download Ekosistem Kami