Hino 500 Series memakai ban ukuran 10.00 R20 pada hampir semua variannya. Harga per unit di katalog kami berkisar Rp3.750.000 sampai Rp4.275.000, dan selisih Rp500 ribu itu sepenuhnya ditentukan oleh jenis tapak dan konstruksi ban, bukan oleh merek.
Yang jarang dihitung orang adalah total penggantiannya. Hino 500 FG 4×2 memakai enam ban. Varian tronton FM 6×2 memakai sepuluh. Artinya, mengganti seluruh ban tronton sekali jalan berarti mengeluarkan Rp37,5 juta sampai Rp42,75 juta. Angka sebesar itu layak direncanakan, bukan diputuskan mendadak saat satu ban pecah di jalan.
Table of Contents
ToggleDaftar Harga Ban Hino 500 Ukuran 10.00 R20
| Produk | Konstruksi | Ply rating | Harga | Kirim dari |
|---|---|---|---|---|
| BAN YARTU 1000R20 CR926 Kawat | Radial kawat | 18PR | Rp3.750.000 | Semarang |
| Ban GoodRide CR926 10.00 R20 | Radial kawat | 18PR | Rp3.800.000 | Surabaya |
| Ban GoodRide Bias R9037 10.00-20 | Bias | 16PR | Rp3.800.000 | Surabaya |
| Ban GoodRide CB972 10.00R20 Mix Service | Radial kawat | 18PR | Rp4.275.000 | Surabaya |
Perhatikan baris ketiga. GoodRide Bias R9037 dihargai sama dengan CR926 radial, padahal ply rating-nya lebih rendah (16PR) dan konstruksinya bias. Untuk Hino 500 yang biasa membawa muatan penuh, CR926 di harga yang sama adalah pilihan yang lebih masuk akal.
Memilih Berdasarkan Rute, Bukan Harga
Rute antarkota beraspal
Yartu 1000R20 atau GoodRide CR926. Keduanya radial kawat 18PR dengan alur memanjang yang stabil di kecepatan tinggi dan tidak boros bahan bakar. Selisih harganya cuma Rp50 ribu per ban, jadi pertimbangan utamanya justru ongkos kirim: Yartu berangkat dari Semarang, GoodRide dari Surabaya.
Rute campuran aspal dan tanah
GoodRide CB972. Tapaknya dirancang untuk mix service, dengan blok yang lebih tahan sobek saat melewati jalan tambang, area konstruksi, atau jalan perkebunan.
Tapi jangan memilih CB972 hanya karena harganya paling tinggi. Di rute yang seluruhnya beraspal, tapak kasar justru menimbulkan lebih banyak kebisingan, sedikit menambah konsumsi solar, dan habis lebih cepat. Anda membayar Rp475 ribu lebih mahal per ban untuk kemampuan yang tidak terpakai — pada tronton sepuluh roda, itu Rp4,75 juta yang terbuang.
Radial atau Bias untuk Hino 500?
Untuk operasional harian dengan muatan penuh dan jarak jauh, radial hampir selalu lebih menguntungkan. Dinding samping yang lebih lentur membuat panas lebih cepat terbuang, sehingga ban bertahan lebih lama sebelum perlu diganti.
Bias masih punya tempatnya: harga awal lebih rendah dan dinding sampingnya lebih kaku, yang berguna kalau kendaraan sering melewati jalan berbatu atau kena benturan trotoar. Untuk Hino 500 yang mayoritas bekerja di jalan nasional, keuntungan itu jarang terasa.
Kapan Ban Hino 500 Perlu Diganti
Ada tiga tanda yang tidak boleh ditunda:
- Kedalaman alur tersisa di bawah 1,6 mm — pada ban truk niaga, sebaiknya diganti sebelum menyentuh angka ini.
- Muncul retak halus memanjang di dinding samping. Ini gejala penuaan karet, dan tidak bisa diperbaiki.
- Keausan tidak merata — satu sisi jauh lebih tipis. Biasanya ini masalah spooring atau tekanan angin, jadi periksa penyebabnya sebelum memasang ban baru.
Untuk armada, mengganti per sumbu lebih baik daripada mengganti satu-satu. Ban dengan keausan berbeda pada satu sumbu membuat beban tidak terbagi rata, dan yang lebih baru akan ikut cepat habis.
Panduan Terkait
- Ukuran Ban Truk: Fondasi untuk Keselamatan dan Performa
- Memilih Ban Truk untuk Muatan Berat
- Cara Merawat Ban Truk
