{"id":7291,"date":"2026-10-08T13:27:05","date_gmt":"2026-10-08T06:27:05","guid":{"rendered":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/?p=7291"},"modified":"2026-10-08T13:27:05","modified_gmt":"2026-10-08T06:27:05","slug":"kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/","title":{"rendered":"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya Menurut CEO muatmuat"},"content":{"rendered":"<p>Mengirim barang ke Papua bisa lebih mahal daripada mengirim ke Amerika. Kalimat itu sering terdengar, dan secara keseluruhan biaya logistik Indonesia memang tinggi: Bappenas mencatat biaya logistik Indonesia mencapai <strong>14,29% dari PDB<\/strong>, sementara negara maju hanya sekitar 8%.<\/p>\n<p>Kenapa bisa begitu? Pertanyaan ini dibahas panjang di podcast <em>Helmy Yahya Bicara<\/em> bersama <strong>Ir. Daniel Budi Setiawan<\/strong>, CEO PT AZ Logistik Dot Com yang mengembangkan muatmuat.com. Beliau adalah generasi kedua pemilik PT Siba Surya, perusahaan angkutan truk di Semarang yang berdiri sejak 1951. Jadi jawabannya datang dari orang yang puluhan tahun membayar sendiri biaya-biaya itu.<\/p>\n<div class=\"ast-oembed-container\" style=\"height: 100%;\"><iframe title=\"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Termasuk Termahal di Dunia? | Helmy Yahya Bicara\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/6soeKzJOZrk?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_63 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title \" >Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Jawaban_Singkat_4_Penyebab_Biaya_Logistik_Indonesia_Mahal\" title=\"Jawaban Singkat: 4 Penyebab Biaya Logistik Indonesia Mahal\">Jawaban Singkat: 4 Penyebab Biaya Logistik Indonesia Mahal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Seberapa_Mahal_Biaya_Logistik_Indonesia\" title=\"Seberapa Mahal Biaya Logistik Indonesia?\">Seberapa Mahal Biaya Logistik Indonesia?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#1_Harga_Truk_Mahal_karena_Industri_Kendaraan_Niaga_Masih_Diproteksi\" title=\"1. Harga Truk Mahal karena Industri Kendaraan Niaga Masih Diproteksi\">1. Harga Truk Mahal karena Industri Kendaraan Niaga Masih Diproteksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#2_Tarif_Tol_Truk_Tinggi_karena_Jalan_Tol_Dikelola_Swasta\" title=\"2. Tarif Tol Truk Tinggi karena Jalan Tol Dikelola Swasta\">2. Tarif Tol Truk Tinggi karena Jalan Tol Dikelola Swasta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#3_Kurs_Rupiah_Menentukan_Harga_Suku_Cadang_Ban_dan_BBM\" title=\"3. Kurs Rupiah Menentukan Harga Suku Cadang, Ban, dan BBM\">3. Kurs Rupiah Menentukan Harga Suku Cadang, Ban, dan BBM<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#4_Regulasi_dan_Birokrasi_yang_Menumpuk_Biaya\" title=\"4. Regulasi dan Birokrasi yang Menumpuk Biaya\">4. Regulasi dan Birokrasi yang Menumpuk Biaya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Hulu_Dilindungi_Hilir_Dipaksa_Bersaing\" title=\"Hulu Dilindungi, Hilir Dipaksa Bersaing\">Hulu Dilindungi, Hilir Dipaksa Bersaing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Satu-satunya_yang_Bisa_Dikerjakan_Swasta_Efisiensi_Pasar\" title=\"Satu-satunya yang Bisa Dikerjakan Swasta: Efisiensi Pasar\">Satu-satunya yang Bisa Dikerjakan Swasta: Efisiensi Pasar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Bagaimana_muatmuat_Menerapkan_Efisiensi_Itu\" title=\"Bagaimana muatmuat Menerapkan Efisiensi Itu\">Bagaimana muatmuat Menerapkan Efisiensi Itu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Siapa_Daniel_Budi_Setiawan\" title=\"Siapa Daniel Budi Setiawan?\">Siapa Daniel Budi Setiawan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Akankah_Indonesia_Memakai_Truk_Tanpa_Sopir_seperti_China\" title=\"Akankah Indonesia Memakai Truk Tanpa Sopir seperti China?\">Akankah Indonesia Memakai Truk Tanpa Sopir seperti China?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#Ringkasan\" title=\"Ringkasan\">Ringkasan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jawaban_Singkat_4_Penyebab_Biaya_Logistik_Indonesia_Mahal\"><\/span>Jawaban Singkat: 4 Penyebab Biaya Logistik Indonesia Mahal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menurut Daniel, ada empat faktor utama, dan <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=120s\">keempatnya dikendalikan pemerintah<\/a>:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Harga truk mahal<\/strong> karena industri kendaraan niaga masih diproteksi.<\/li>\n<li><strong>Tarif tol untuk truk tinggi<\/strong> karena jalan tol dikelola swasta.<\/li>\n<li><strong>Kurs rupiah<\/strong> menentukan harga suku cadang, ban, dan BBM.<\/li>\n<li><strong>Regulasi dan birokrasi<\/strong> menumpuk pajak dan biaya perizinan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Hanya satu hal yang bisa dikerjakan swasta: membuat pasarnya lebih efisien. Penjelasan lengkapnya ada di bawah, masing-masing dengan tautan ke menit podcast yang membahasnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Seberapa_Mahal_Biaya_Logistik_Indonesia\"><\/span>Seberapa Mahal Biaya Logistik Indonesia?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Biaya logistik biasanya diukur sebagai porsi dari Produk Domestik Bruto (PDB): berapa bagian dari seluruh kegiatan ekonomi yang habis untuk mengangkut, menyimpan, dan mengirim barang. Kalau istilahnya masih asing, baca dulu <a href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/apa-itu-biaya-logistik\/\">apa itu biaya logistik<\/a>.<\/p>\n<p>Data yang dipaparkan Bappenas memperlihatkan posisi Indonesia dibanding negara lain:<\/p>\n<div class=\"tbl\">\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th>Negara<\/th>\n<th>Biaya logistik terhadap PDB<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Vietnam<\/td>\n<td>20%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Thailand<\/td>\n<td>15%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Indonesia<\/strong><\/td>\n<td><strong>14,29%<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>China<\/td>\n<td>14%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Malaysia, Filipina, India<\/td>\n<td>13%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Singapura, Jepang<\/td>\n<td>8%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p><em>Sumber: Bappenas, dikutip <a href=\"https:\/\/ekonomi.bisnis.com\/read\/20231010\/9\/1702763\/ongkos-logistik-ri-1429-persen-bappenas-negara-maju-8-persen\">Bisnis.com<\/a> (10 Oktober 2023).<\/em><\/p>\n<p>Pemerintah menargetkan angka ini turun ke 8%, setara negara maju. Seperti disinggung Helmy Yahya di podcast, inilah salah satu alasan barang yang sama sering lebih murah dibeli di luar negeri: harga di sini sudah menanggung biaya logistik yang besar.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Harga_Truk_Mahal_karena_Industri_Kendaraan_Niaga_Masih_Diproteksi\"><\/span>1. Harga Truk Mahal karena Industri Kendaraan Niaga Masih Diproteksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Truk adalah barang modal utama di bisnis angkutan. Sejak era Orde Baru, produsen truk Jepang yang berinvestasi di Indonesia mendapat perlindungan karena saat itu dianggap industri yang masih &#8220;bayi&#8221;. Lima puluh tahun kemudian, perlindungan itu masih berjalan: menurut Daniel, kendaraan niaga yang diimpor utuh masih dikenai bea masuk <strong>35\u201345%<\/strong>.<\/p>\n<p>Akibatnya pasar truk niaga buatan dalam negeri didominasi segelintir merek asal Jepang. Daniel menyebut struktur pasar ini oligopoli, sehingga harga truk lebih banyak ditentukan oleh produsen daripada oleh persaingan.<\/p>\n<p>Perbandingan yang beliau berikan cukup mencolok. Lebih dari 40 tahun lalu, kurs 1 yen sekitar Rp2 dan sebuah truk Fuso dihargai sekitar Rp4,8 juta. Sekarang yen sekitar Rp110, naik kurang lebih 50 kali, sedangkan harga truk Fuso sudah sekitar Rp1,2 miliar, <strong>naik 250 kali<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kalau kebijakan privilege atau proteksi dari pemerintah terhadap industri Jepang di Indonesia ini berlarut-larut, maka logistik tidak akan kompetitif.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=139s\">\u25b6 Tonton penjelasannya di menit 2:19<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tarif_Tol_Truk_Tinggi_karena_Jalan_Tol_Dikelola_Swasta\"><\/span>2. Tarif Tol Truk Tinggi karena Jalan Tol Dikelola Swasta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengusaha angkutan sudah membayar pajak rutin berupa pajak kendaraan bermotor (PKB). Saat lewat tol, mereka membayar lagi, dan tarif untuk truk lebih mahal daripada kendaraan lain karena truk dianggap berat dan merusak jalan.<\/p>\n<p>Masalahnya, menurut Daniel, infrastruktur jalan tol sudah diswastanisasi, sehingga pengelolanya mencari untung dan tarifnya menjadi mahal. Beliau membandingkannya dengan negara maju, tempat pajak kendaraan sudah dianggap cukup untuk memakai jalan bebas hambatan tanpa bayar lagi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=346s\">\u25b6 Tonton di menit 5:46<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kurs_Rupiah_Menentukan_Harga_Suku_Cadang_Ban_dan_BBM\"><\/span>3. Kurs Rupiah Menentukan Harga Suku Cadang, Ban, dan BBM<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Banyak komponen operasional truk masih bergantung pada bahan impor. Daniel mencontohkan ban: karet alamnya ada di Indonesia, tetapi karet sintetis dan bahan kimianya masih diimpor. BBM pun mengikuti harga minyak dunia dalam dolar.<\/p>\n<p>Jadi setiap kali rupiah melemah, harga solar, suku cadang, dan ban ikut naik, lalu ongkos angkut menyusul. Untuk gambaran nyata seberapa besar pos ini, lihat kisaran <a href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/harga-ban-truk-hino-500\/\">harga ban truk Hino 500<\/a> dan <a href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/harga-ban-truk-fuso-fighter\/\">Fuso Fighter<\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=398s\">\u25b6 Tonton di menit 6:38<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Regulasi_dan_Birokrasi_yang_Menumpuk_Biaya\"><\/span>4. Regulasi dan Birokrasi yang Menumpuk Biaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Faktor terakhir adalah pajak dan perizinan yang berlapis. Untuk satu truk, pengusaha menghadapi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Saat membeli:<\/strong> bea masuk (untuk unit impor), PPN, dan PPh.<\/li>\n<li><strong>Setelah membeli:<\/strong> bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor (PKB).<\/li>\n<li><strong>Selama beroperasi:<\/strong> uji KIR di Dinas Perhubungan setiap enam bulan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=463s\">\u25b6 Tonton di menit 7:43<\/a><\/p>\n<p>Dari keempat faktor itu Daniel menarik satu kesimpulan:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Jadi empat variabel itu kontrolnya ada di pemerintah. Kalau teriaknya juga dari pemerintah bahwa kenapa biaya logistik mahal, ya pemerintah harus meninjau ini sebagai feedback.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hulu_Dilindungi_Hilir_Dipaksa_Bersaing\"><\/span>Hulu Dilindungi, Hilir Dipaksa Bersaing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ada satu ketimpangan yang membuat beban ini terasa berat bagi pengusaha angkutan. Di sisi hulu, harga truk dilindungi dari persaingan. Di sisi hilir, tarif angkut dilepas ke pasar bebas, sehingga pengusaha harus saling bersaing harga sementara modal awalnya sudah mahal.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Di hilirnya dipersaingkan, harus perfect competition. Padahal di hulunya tidak, di hulunya diproteksi. Ini jenis ketidakadilan ekonomi.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Di saat yang sama, menurut Daniel, daya beli masyarakat terhadap jasa transportasi sangat terbatas. Tarif angkut yang sebenarnya relatif murah pun tetap dianggap mahal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=733s\">\u25b6 Tonton di menit 12:13<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Satu-satunya_yang_Bisa_Dikerjakan_Swasta_Efisiensi_Pasar\"><\/span>Satu-satunya yang Bisa Dikerjakan Swasta: Efisiensi Pasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kalau empat faktor besar ada di tangan pemerintah, apa yang tersisa untuk pengusaha? Menurut Daniel, hanya <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=880s\">efisiensi pasar<\/a>, dan di situlah ruang geraknya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Menekan biaya pemasaran.<\/strong> Bagaimana perusahaan angkutan bisa menghemat biaya untuk mendapatkan muatan.<\/li>\n<li><strong>Menaikkan utilisasi truk.<\/strong> Bagaimana truk yang sedang kosong bisa memperoleh muatan, sehingga armada lebih banyak bekerja.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan produktivitas pengemudi.<\/strong> Daniel menyebut seorang pengemudi truk di Eropa bisa menempuh sekitar 200.000 km per tahun, sedangkan di Indonesia paling-paling sekitar 50.000 km, seperempatnya. Karena itu, menurut beliau, berbisnis angkutan di Indonesia harus sekaligus berinvestasi pada pendidikan pengemudinya. (<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=1917s\">menit 31:57<\/a>)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Untuk rincian pos-pos biaya yang ditanggung perusahaan, baca juga <a href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/jenis-biaya-logistik\/\">jenis-jenis biaya logistik<\/a>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_muatmuat_Menerapkan_Efisiensi_Itu\"><\/span>Bagaimana muatmuat Menerapkan Efisiensi Itu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pengalaman puluhan tahun mengelola armada itulah yang dituangkan Daniel ke <strong>muatmuat.com<\/strong>, dikembangkan PT AZ Logistik Dot Com sejak 2020. Dalam podcast, beliau menyebut tiga tujuannya:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Menaikkan pendapatan transporter<\/strong> dengan memangkas biaya pemasaran.<\/li>\n<li><strong>Menaikkan utilisasi truk<\/strong> supaya armada tidak sering berjalan kosong.<\/li>\n<li><strong>Menurunkan biaya operasional<\/strong> lewat <a href=\"https:\/\/muatmuat.com\/muatpartsplus\/home\">muatparts PLUS<\/a>, tempat membeli suku cadang, ban, aki, dan oli secara online dengan harga yang lebih kompetitif.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Transporternya dibagi menurut skala armada, karena menurut Daniel pengetahuan dan cara kerja tiap skala berbeda:<\/p>\n<div class=\"tbl\">\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th>Lapak<\/th>\n<th>Untuk armada<\/th>\n<th>Cara kerja (menurut podcast)<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Big Fleets<\/strong><\/td>\n<td>Di atas 100 unit<\/td>\n<td>Lelang muatan yang transparan untuk BUMN dan perusahaan besar dengan kebutuhan angkut rutin.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Transport Market<\/strong><\/td>\n<td>20\u2013100 unit<\/td>\n<td>Mencari muatan di seluruh Indonesia dengan biaya langganan, tanpa potongan per transaksi.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>muattrans<\/strong><\/td>\n<td>5\u201320 unit, wajib berbadan hukum<\/td>\n<td>Rencananya pemasaran dibantu muatmuat dengan komisi 10\u201312%. Belum diluncurkan per Oktober 2026.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Daniel menegaskan pendekatannya harus tetap rendah hati terhadap para pengusaha angkutan:<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Mereka yang sudah punya pengalaman 75 tahun, 50 tahun, 60 tahun, mau kita dikte mana bisa. Jatuh bangunnya, kehidupannya sangat keras.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Sampai Oktober 2026, aplikasi muatmuat sudah diunduh lebih dari 500 ribu kali di Google Play, ditambah lebih dari 100 ribu unduhan masing-masing untuk aplikasi muatmuat Seller dan muatmuat Transporter. Transporter yang ingin bergabung bisa mengunduh aplikasinya di <a href=\"https:\/\/muatmuat.com\/register\/download_apps\">halaman unduhan muatmuat<\/a>.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=1776s\">\u25b6 Tonton di menit 29:36<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siapa_Daniel_Budi_Setiawan\"><\/span>Siapa Daniel Budi Setiawan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lulusan Teknik Mesin ITB ini menyebut bisnis truk sebagai &#8220;bisnis kuli panggul&#8221;, karena modalnya kembali sangat pelan. Beberapa momen dari perjalanannya yang diceritakan di podcast:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Awal 1990-an.<\/strong> Saat kebijakan uang ketat membuat bunga bank menembus 40% dan pengusaha lain menahan diri, beliau justru membeli truk baru. Sesama pengusaha truk di kotanya menyebutnya <em>&#8220;ngombe Baigon&#8221;<\/em>, minum racun. (<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=1131s\">menit 18:51<\/a>)<\/li>\n<li><strong>1994\u20131996.<\/strong> Perusahaan mendapat suntikan modal ventura sekitar 6,7 juta dolar AS, lalu membeli 300 truk Mercedes dan 180 truk Volvo untuk melayani segmen industri.<\/li>\n<li><strong>Krisis 1998.<\/strong> Dengan hampir 700 truk dan bunga bank sekitar 70%, truk-truk baru terpaksa dikandangkan. Karyawan dijadwalkan masuk tiga hari seminggu, tetapi <strong>tidak ada PHK dan gaji tetap dibayar penuh<\/strong>. (<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=1360s\">menit 22:40<\/a>)<\/li>\n<li><strong>Sejak 1990.<\/strong> Perusahaannya sudah memakai komputer dan membuat aplikasi IT pertamanya. Upaya itu berlanjut sampai berdirinya PT AZ Logistik Dot Com pada 2020.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote><p>&#8220;Saya merasa sebelum dipanggil Tuhan, saya mau mendedikasikan diri saya untuk bidang transportasi, untuk bidang logistik ini.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Kiprah muatmuat juga mendapat pengakuan di luar podcast ini, salah satunya lewat <a href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/muatmuat-penghargaan-inovasi-logistik-digital-di-indonesia\/\">penghargaan inovasi logistik digital<\/a>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Akankah_Indonesia_Memakai_Truk_Tanpa_Sopir_seperti_China\"><\/span>Akankah Indonesia Memakai Truk Tanpa Sopir seperti China?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di akhir podcast, Helmy Yahya menunjukkan truk kontainer tanpa sopir yang sudah beroperasi di China, berjalan otomatis dari titik ke titik. Menurut Daniel, hal seperti itu bisa dicapai Indonesia suatu saat nanti, asalkan kepemimpinannya tepat. Prosesnya berat, tetapi harus ada yang terus memikirkannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk&amp;t=2680s\">\u25b6 Tonton di menit 44:40<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ringkasan\"><\/span>Ringkasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"tbl\">\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th>Penyebab<\/th>\n<th>Dikendalikan oleh<\/th>\n<th>Contoh dampaknya<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Proteksi industri truk<\/td>\n<td>Pemerintah<\/td>\n<td>Bea masuk truk utuh 35\u201345%; harga Fuso naik 250 kali dalam 40-an tahun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Jalan tol dikelola swasta<\/td>\n<td>Pemerintah<\/td>\n<td>Truk sudah bayar pajak kendaraan, masih bayar tarif tol yang lebih tinggi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kurs rupiah<\/td>\n<td>Pemerintah<\/td>\n<td>Harga solar, ban, dan suku cadang naik saat rupiah melemah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Regulasi dan birokrasi<\/td>\n<td>Pemerintah<\/td>\n<td>PPN, PPh, balik nama, PKB, KIR enam bulanan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Efisiensi pasar<\/td>\n<td>Swasta<\/td>\n<td>Biaya pemasaran, truk yang kosong, produktivitas pengemudi<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Podcast lengkapnya berdurasi 51 menit dan masih banyak membahas hal yang tidak tercakup di sini. <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=6soeKzJOZrk\">Tonton selengkapnya di YouTube <em>Helmy Yahya Bicara<\/em><\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengirim barang ke Papua bisa lebih mahal daripada mengirim ke Amerika. Kalimat itu sering terdengar, dan secara keseluruhan biaya logistik Indonesia memang tinggi: Bappenas mencatat biaya logistik Indonesia mencapai 14,29% dari PDB, sementara negara maju hanya sekitar 8%. Kenapa bisa begitu? Pertanyaan ini dibahas panjang di podcast Helmy Yahya Bicara bersama Ir. Daniel Budi Setiawan, &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya Menurut CEO muatmuat<\/span> Selengkapnya &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":7292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-logistik"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Biaya logistik Indonesia 14,29% dari PDB, jauh di atas negara maju. CEO muatmuat membedah 4 penyebabnya di podcast Helmy Yahya Bicara.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Biaya logistik Indonesia 14,29% dari PDB, jauh di atas negara maju. CEO muatmuat membedah 4 penyebabnya di podcast Helmy Yahya Bicara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"MuatMuat Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-08T06:27:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"PM\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"PM\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\"},\"author\":{\"name\":\"PM\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/person\/22cf9b95a419d7b8d69107de28abfd4f\"},\"headline\":\"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya Menurut CEO muatmuat\",\"datePublished\":\"2026-10-08T06:27:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-08T06:27:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\"},\"wordCount\":1398,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg\",\"articleSection\":[\"Logistik\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\",\"url\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\",\"name\":\"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-08T06:27:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-08T06:27:05+00:00\",\"description\":\"Biaya logistik Indonesia 14,29% dari PDB, jauh di atas negara maju. CEO muatmuat membedah 4 penyebabnya di podcast Helmy Yahya Bicara.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya Menurut CEO muatmuat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/\",\"name\":\"MuatMuat Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"MuatMuat Blog\",\"url\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/logo.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/logo.svg\",\"width\":131,\"height\":24,\"caption\":\"MuatMuat Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/person\/22cf9b95a419d7b8d69107de28abfd4f\",\"name\":\"PM\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c444271ff69f25d0b983a02d654ae40a600eae3963fb6c8bc3513355d50e779b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c444271ff69f25d0b983a02d654ae40a600eae3963fb6c8bc3513355d50e779b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"PM\"},\"url\":\"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/author\/it-security\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya","description":"Biaya logistik Indonesia 14,29% dari PDB, jauh di atas negara maju. CEO muatmuat membedah 4 penyebabnya di podcast Helmy Yahya Bicara.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya","og_description":"Biaya logistik Indonesia 14,29% dari PDB, jauh di atas negara maju. CEO muatmuat membedah 4 penyebabnya di podcast Helmy Yahya Bicara.","og_url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/","og_site_name":"MuatMuat Blog","article_published_time":"2026-10-08T06:27:05+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"PM","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"PM","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/"},"author":{"name":"PM","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/person\/22cf9b95a419d7b8d69107de28abfd4f"},"headline":"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya Menurut CEO muatmuat","datePublished":"2026-10-08T06:27:05+00:00","dateModified":"2026-10-08T06:27:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/"},"wordCount":1398,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg","articleSection":["Logistik"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/","url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/","name":"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg","datePublished":"2026-10-08T06:27:05+00:00","dateModified":"2026-10-08T06:27:05+00:00","description":"Biaya logistik Indonesia 14,29% dari PDB, jauh di atas negara maju. CEO muatmuat membedah 4 penyebabnya di podcast Helmy Yahya Bicara.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#primaryimage","url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg","contentUrl":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/featured-biaya-logistik-A-berdua.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/kenapa-biaya-logistik-indonesia-mahal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenapa Biaya Logistik Indonesia Mahal? Ini 4 Penyebabnya Menurut CEO muatmuat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/","name":"MuatMuat Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#organization","name":"MuatMuat Blog","url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/logo.svg","contentUrl":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/logo.svg","width":131,"height":24,"caption":"MuatMuat Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/person\/22cf9b95a419d7b8d69107de28abfd4f","name":"PM","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c444271ff69f25d0b983a02d654ae40a600eae3963fb6c8bc3513355d50e779b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c444271ff69f25d0b983a02d654ae40a600eae3963fb6c8bc3513355d50e779b?s=96&d=mm&r=g","caption":"PM"},"url":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/author\/it-security\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7291"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7293,"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291\/revisions\/7293"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muatmuat.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}