MuatMuat Blog

Mengenal Supply Chain Management

Facebook
Twitter
WhatsApp

Menapaki Dunia Supply Chain Management: Pahami Peran dan Strateginya untuk Sukses Bisnis

muatmuat – Karena langsung berhubungan dengan daya saing sebuah perusahaan, pengelolaan rantai pasokan (juga dikenal sebagai “supply chain management”) adalah bidang yang sangat penting bagi bisnis. Perusahaan tentu memiliki tujuan untuk memperoleh profit atau keuntungan, dan dalam proses mencapai tujuan ini, perusahaan harus mengelola produk dengan cermat.

Sangat disarankan bagi entrepreneur baru untuk mempelajari dan memahami pengelolaan rantai pasokan. Ini karena dengan memahami pengelolaan rantai pasokan, entepreneur dapat mengambil strategi yang tepat agar bisnis mereka dapat berkembang dan menghasilkan keuntungan yang diharapkan.

Apa itu Supply Chain Management ?

Strategi perencanaan, pengendalian, dan distribusi produk dikenal sebagai Supply Chain Management

Konsep Supply Chain Management ini berkaitan dengan cara manajer rantai pasokan menggunakan strategi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi operasional perusahaan mereka.

Membeli bahan baku untuk produk, melakukan proses pembuatan, dan akhirnya mendistribusikan produk kepada pelanggan adalah semua bagian dari proses ini. Semua dilakukan dengan cara yang dianggap paling efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya.

Supply Chain Management sangat kompleks dan luas, jadi dibutuhkan dukungan yang kuat untuk menjalankannya. Baik dari strategi bisnis maupun peran teknologi untuk memaksimalkan peran dan fungsinya bagi mitra kerja. Selain produsen, pemasok adalah perusahaan juga.

Perbedaan Supply Chain Management dan Supply Chain

Supply chain adalah jaringan antara perusahaan dan pemasok, tetapi supply chain management adalah rangkaian proses yang dilakukan oleh pemasok dan pelanggan. Sistem ini muncul sebagai dasar yang membantu bisnis memenuhi kebutuhan konsumen.

Bisnis memiliki rantai pasokan dasar yang terdiri dari perusahaan, pemasok, dan pelanggan.

Namun, cakupannya semakin luas untuk bisnis yang lebih besar. Supply chain management adalah pengembangan dari manajemen distribusi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dalam proses produksi dan pengiriman produk ke pelanggan, pendekatan supply chain management ini mengintegrasikan berbagai fungsi dan organisasi. menunjukkan bagaimana barang atau jasa mengalir dari supplier, produsen, penjual, dan pembeli. Semua aktivitas ini tergabung di dalam satu kesatuan melalui mekanisme informasi yang transparan.

Hal ini ide tentang pola distribusi produk yang dapat menggantikan metode distribusi produk yang lebih optimal. Distribusi, produksi, dan logistik adalah semua bagian dari pola ini. Tidak hanya melibatkan produsen dan supplier, tetapi juga banyak pihak lainnya, seperti pembeli, penjual, pemasok, produsen, dan transporter.

Komponen Dasar Supply Chain Management

1. Perencanaan, Proses penentuan strategi adalah kunci kesuksesan manajemen rantai pasokan. Tujuan dari proses ini adalah untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan produk yang efisien dan efektif dengan kualitas yang terjamin.

2. Sumber Daya, Manajer Supply Chain Management harus dapat menetapkan harga, mengelola pengiriman, membayar bahan, dan menjaga hubungan baik dengan supplier karena perusahaan wajib memilih supplier bahan baku terbaik dan mendukung bagian proses produksi yang dilakukan.

3. Produksi, Selama fase produksi, manajemen rantai pasokan akan menyusun rencana tindakan yang diperlukan untuk proses produksi, uji coba, pengemasan, dan persiapan pengiriman produk, baik barang maupun jasa.

4. Pengiriman / Distribusi, Perusahaan harus memenuhi permintaan pelanggan, mengawasi jaringan gudang, memilih distributor ketika akan mengirimkan barang kepada pelanggan, dan mengatur metode pembayaran.

5. Pengembalian / Retur, Harus mampu membuat jaringan yang fleksibel dan responsif untuk suatu produk, apakah itu barang atau jasa. Jika tidak, konsumen dapat mengadukan masalah produk dengan layanan konsumen.

Secara teratur, perusahaan memerlukan laporan informasi bisnis agar manajemen dapat mengetahui apakah tujuan awal Supply Chain Management telah tercapai atau belum.

Tujuan Supply Chain Management

Manajemen ini mempertimbangkan segala fasilitas yang berdampak pada barang atau jasa yang dibuat dan biaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan untuk memastikan biaya minimum dan tingkat pelayanan yang maksimum.

Memenuhi kebutuhan konsumen dan menghasilkan keuntungan adalah tujuan umum manajemen rantai pasokan. Dalam prosesnya, biaya yang harus dikeluarkan harus sangat diperhatikan untuk mencapai tujuan ini.

Memenangkan pasar membutuhkan rantai pasokan yang dapat menyediakan barang atau jasa murah, berkualitas, tepat waktu, dan variatif

Untuk memaksimalkan layanan pelanggan, rencanakan dan koordinasikan semua operasi supply chain sehingga biayanya menjadi relatif lebih rendah.

Manfaat Supply Chain Management

1. Kepuasan Konsumen, Adalah tujuan dari proses produksi setiap barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan; konsumen yang dimaksud adalah pelanggan jangka panjang, yang akan membuat pelanggan tetap setia dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan.

2. Tingkatkan Pendapatan, Artinya, semakin banyak pelanggan setia yang didapat dan menjadi mitra bisnis perusahaan, semakin banyak pendapatan yang diperoleh perusahaan. Akibatnya, produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan dihasilkan secara gratis.

3. Menurunkan Biaya, Mengurangi biaya jalur distribusi adalah salah satu keuntungan dari perencanaan rantai pasokan, yang berarti bahwa biaya harus diperhatikan dari awal proses pengiriman hingga produk tiba di tangan pelanggan.

4. Pemanfaatan Aset Tinggi, Sumber daya manusia akan semakin terlatih dan terampil dalam berbagai hal, termasuk pengetahuan dan keterampilan kerja. Tenaga manusia yang mampu menggunakan teknologi sudah menjadi kebutuhan dalam manajemen rantai pasokan.

5. Peningkatan Laba, Meningkatnya jumlah konsumen akan menghasilkan peningkatan keuntungan perusahaan karena perusahaan memproduksi barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jika laba perusahaan meningkat, kesejahteraan karyawan juga akan meningkat.

6. Perusahaan Semakin Besar, Dengan mengambil keuntungan dari proses distribusi, produknya akan menjadi lebih besar seiring waktu, sehingga perusahaan tumbuh lebih kuat dan berdampak pada perusahaan lain yang akan mengambil keuntungan tersebut.

Prinsip-prinsip Supply Chain Management

Supply chain management mencakup sinkronisasi dan koordinasi aktivitas dengan aliran barang atau jasa, baik dalam suatu organisasi maupun antar organisasi. Salah satu contoh supply chain management adalah produksi produk manufaktur, suatu kompleksitas yang membutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk bagian lain, untuk menanganinya. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam contoh ini adalah sebagai berikut.

Mengubah hubungan logistik untuk memenuhi kebutuhan berbagai konsumen.

Membagi konsumen berdasarkan kebutuhannya.

Mendengar dan mengamati sinyal pasar dan menggunakannya sebagai dasar untuk perencanaan kebutuhan sehingga hasil prediksi konsisten dan alokasi sumber dana optimal.

Membedakan barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan mempercepat konversi sepanjang jaringan rantai pasok.

Membangun strategi untuk mengoptimalkan alokasi sumber dana.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan dengan menerapkan pengukuran kinerja secara keseluruhan.

Proses Bisnis Supply Chain Management

Perusahaan lain, dari distributor produk hingga produsen bahan baku, akan terlibat dalam manajemen rantai pasokan. Ketika dua bisnis menjalin hubungan yang baik, operasi mereka akan bergabung dan menjadi satu. Untuk manajemen rantai pasokan berhasil, fungsi individu harus digabungkan dalam proses bisnis.

Untuk manajemen rantai pasokan berhasil, diperlukan dukungan dari sumber daya manusia, kepemimpinan, komitmen untuk perubahan, dan pemahaman tentang proses inti dan jumlah perubahan yang perlu dilakukan. Selain itu, diperlukan kesepakatan tentang visi dan prosedur inti manajemen rantai pasokan, serta komitmen pada bahwa sumber daya dan kekuasaan atau wewenang diperlukan untuk mencapai tujuan.

Supply Chain Management suatu perusahaan mencakup banyak prosedur, mulai dari persiapan produksi hingga pemenuhan kebutuhan konsumen. Berikut adalah beberapa prosedur yang biasa digunakan dalam manajemen rantai pasokan suatu perusahaan.

1. Customer Relationship Management (CRM)

2. Customer Service Management (CSM)

3. Demand Management

4. Customer Demand Fulfilment

5. Manufacturing Flow Management

6. Procurement

7. Pengembangan Produk dan Komersialisasi

8. Retur

Demikian penjelasan lengkap tentang Supply Chain Management, mulai dari definisi, keuntungan, dan tujuan hingga proses didalamnya. Jangan lupa untuk mengikuti perkembangan terbaru dari muatmuat. Nantikan terus tips, tutorial, dan konten lainnya dari muatmuat.

muatmuat merupakan Platform Ekosistem Logistik Terbesar dan Terlengkap di Indonesia yang hadir untuk membantu para pelaku logistik mendapatkan efisiensi tertinggi diseluruh tahapan logistik yang ada, muatmuat juga membantu Anda dalam menemukan jasa / barang pendukung kegiatan logistik dengan harga yang lebih kompetitif.

Anda dapat mengunjungi website kami di www.muatmuat.com atau mengunduh aplikasi muatmuat  di playstore.

Visited 64 times, 1 visit(s) today

Baca Juga

Scroll to Top

Download Ekosistem Kami